Harga tersebut membuat kalangan petani kelapa semakin menjerit kerena dinilai sangat tidak sesuai dengan biaya ongkos operasional yang sudah dikeluarkan oleh para petani.
Padahal sebelumnya pada satu bulan yang lalu harga kelapa kopra masih stabil dalam kisaran Rp400 ribu hingga Rp450 ribu per pikulnya untuk kadar 75 persen dan Rp600 ribu untuk kadar 100 persennya.
Akibat anjloknya harga kelapa kopra saat ini, banyak kaum petani kelapa seperti di Kecamatan Tanah Merah, Kecamatan Kuindra yang akhirnya membiarkan lahan kebun mereka bahkan hampir sebagian besar para petani kelapa kopra banyak yang beralih profesi mengingat biaya antara pemeliharaannya lebih tinggi bila dibandingkan dengan hasil panennya.
‘’Saya tak tahu harus mengadu kemana, mengapa harga kelapa kopra kian hari semakin menurun, bila ini dibiarkan terus tentu para petani kelapa nasibnya akan semakin terpuruk, apalagi ditambah dengan adanya keputusan pemerintah yang berencana akan menaikan Bahan Bakar Minyah (BBM) dalam waktu dekat ini tentu akan semakin membuat kita semakin sulit,’’ keluh Izul (43) petani kelapa Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Inhil kepada Riau Pos, Senin (12/3).
Hal yang senada juga disampaikan oleh Bahdun (35), warga Desa Tekulai Hulu, Kecamatan Tanah Merah. Menurutnya, jika harga kelapa bulat maupun kelapa kopra dibeli dengan harga murah alias terus turun tentunya sudah tidak dapat menutupi kebutuhan sehari-hari yang semakin lama semakin meningkat.
‘’Kalau terus begini bagaimana bisa cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga saya, apalagi saat ini harga kebutuhan pangan sudah mulai beranjak naik, belum lagi untuk kebutuhan biaya sekolah anak-anak saya,’’ kata Bahrun, yang hanya mengandalkan ekonominya dari hasil penan kelapa.
Untuk itu, dirinya dan petani kelapa lainnya sangat berharap kepada Pemerintah Kabupaten Inhil, terutama kepada instansi terkait agar tidak membiarkan hal ini terjadi harga kelapa bulat dan kelapa kopra kembali dapat kembali seperti sebelumnya.
‘’Kita hanya bisa berharap kepada pemerintah untuk memperhatikan nasib orang kecil seperti kami sebab kalau harga kelapa murah sudah tentu yang lebih diuntungkan adalah pihak perusahaan,’’ tuturnya.(*1/fia)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar